Lanskap
Pilih lanskap untuk memperbarui peta potensi, dan daftar hutan desa pada halaman ini.
Mengapa Lanskap Kapuas Penting?
Di jantung Kalimantan Tengah, lanskap gambut Kapuas (Mentangai - Dadahup) menyimpan hubungan yang erat antara hutan, air, keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat. Kawasan ini bukan sekadar hamparan lahan, tetapi ruang hidup yang menopang sumber penghidupan, menyimpan karbon, menjaga tata air, dan menjadi bagian dari warisan ekologis serta budaya masyarakat setempat. Namun, lanskap ini juga membawa jejak panjang perubahan. Sejarah Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) dan berbagai intervensi pembangunan telah membentuk kondisi bentang alam yang kompleks. Perubahan tutupan lahan, jaringan kanal, degradasi ekosistem gambut, serta risiko kebakaran menjadi tantangan yang terus memengaruhi kemampuan lanskap untuk menjaga fungsi ekologisnya.
Indonesia · Kalimantan Tengah · Kapuas
Profil Lanskap
Gambaran Umum Lanskap
Lihat lokasi intervensi dan konteks bentang alam dari landscape yang dipilih.
Lokasi
Lokasi · Kapuas
Posisi geografis dan konteks wilayah intervensi.
Timeline proyek
Perjalanan Proyek
Ikuti perkembangan pekerjaan lapangan dan bukti capaian dari waktu ke waktu.
Sebelum 1990
Lanskap gambut sebagai ruang hidup masyarakat
Lanskap gambut sebagai ruang hidup masyarakat
Hutan rawa gambut menjadi sumber kehidupan masyarakat melalui perikanan, pertanian, dan pemanfaatan hasil hutan.
2017–2023
Penguatan Tata Kelola Hutan
Penguatan Tata Kelola Hutan
Perhutanan Sosial dan kelembagaan masyarakat mulai mendapat ruang lebih besar dalam pengelolaan dan perlindungan hutan.
1990-1994
Awal Perencanaan Pembangunan
Awal Perencanaan Pembangunan
Kawasan mulai diarahkan untuk pengembangan pertanian skala besar melalui rencana pembukaan lahan.
1995–1997
Proyek Proyek Lahan Gambut (PLG) dan Perubahan Lanskap
Proyek Proyek Lahan Gambut (PLG) dan Perubahan Lanskap
Pembukaan hutan dan pembangunan kanal mengubah kondisi lahan serta tata air gambut.
1997–1999
Kebakaran dan Berakhirnya PLG
Kebakaran dan Berakhirnya PLG
Kebakaran meluas di kawasan gambut, sementara pelaksanaan PLG mulai dihentikan.
2000–2005
Lanskap Pasca-PLG
Lanskap Pasca-PLG
Kawasan menghadapi kerusakan lingkungan dan perubahan pemanfaatan lahan, sementara masyarakat beradaptasi dengan kondisi baru.
2006–2014
Awal Upaya Restorasi
Awal Upaya Restorasi
Berbagai inisiatif mulai mendorong pemulihan gambut, pengelolaan air, dan keterlibatan masyarakat.
2015–2019
Kebakaran dan Penguatan Restorasi
Kebakaran dan Penguatan Restorasi
Kebakaran besar memperkuat urgensi pemulihan gambut melalui pembasahan kembali, revegetasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sorotan lanskap
Potensi Bentang Alam
Temukan potensi gambut, biodiversitas, komoditas, dan karbon
Dari lanskap ke tapak
Dari Bentang Alam Kapuas Menuju Hutan Desa yang Tangguh
Empat hutan desa menjadi titik awal intervensi untuk memperkuat tata kelola masyarakat, memulihkan ekosistem gambut, dan membuka peluang kolaborasi yang terukur.
Jelajahi Hutan Desa
Hutan Desa Dalam Lanskap Ini
Pilih hutan desa untuk melihat profil, potensi, dan peluang dukungan yang sesuai.
Detail Hutan Desa
Hutan Desa Katimpun
Berada di Desa Katimpun, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Luas kawasan dalam analisis karbon sekitar 2.577,51 ha. Merupakan bagian dari kawasan Hutan Lindung rawa gambut dan dikelola melalui LPHD Katimpun dengan RKPS 2025–2034.